PSM UNDIP Raih Gelar Grand Prix Champion di 8th Cantata Macau International Choir Festival and Competition 2025

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro (PSM UNDIP), atau yang dikenal sebagai Diponegoro University Choir (DUC), telah berhasil mengukir nama di panggung global dengan meraih gelar tertinggi Grand Prix Champion dalam The 8th Cantata Macau International Choir Festival and Competition 2025. Acara bergengsi yang diadakan di situs bersejarah St. Augustine Church & Escola Sao Paulo, Macau, dari 28 hingga 30 November 2025, ini menjadi saksi keunggulan tim Indonesia dalam mengungguli paduan suara ternama dari berbagai negara. Kemenangan ini bukan sekadar satu pencapaian, tetapi sebuah dominasi menyeluruh, saat PSM UNDIP menaklukkan kategori Sacred, Open, dan Folklore, membuktikan kemampuannya untuk menampilkan gaya bernyanyi yang berbeda.

Kemenangan PSM UNDIP ditopang oleh pemilihan repertoar yang terperinci, yang menonjolkan kecakapan teknis dan kedalaman artistik mereka. Dalam babak Grand Prix, PSM UNDIP memukau dewan juri dengan membawakan “Deliver Me, O Lord” karya Tine Bec dan “In Ecclesiis” karya Budi Susanto Yohanes. Jalan menuju kejuaraan tercipta melalui penampilan kategori yang luar biasa, mereka mengamankan gelar Winner of Sacred Category dengan penampilan “Dixit Maria” (Hans Leo Hassler) dan “Deliver Me, O Lord” (Tine Bec); memuncaki Open Category dengan juga menjadi Winner of Open Category melalui harmoni kompleks “Cumulonimbus” (Vatara Artanta Silalahi) dan “Os Justi” (Anton Bruckner); serta memikat audiens sebagai Winner of Folklore Category dengan membawakan lagu daerah Indonesia yang penuh semangat, “Sangmaneku to Manglaa” (Budi Susanto Yohanes) dan melodi menyayat hati dari daerah Karo yaitu “Piso Surit” (Amillio Fahlevi). Di balik pertunjukan memukau ini adalah Jefry Franklin Bode,  yang kepemimpinan luar biasanya membuatnya dianugerahi penghargaan Most Outstanding Conductor.

Pencapaian internasional ini merupakan puncak dari proses persiapan yang intensif dan strategis. Perjalanan menuju Macau melibatkan pelatihan ketat yang berfokus pada teknik vokal dan pengembangan harmoni, yang diakhiri dengan konser pra-kompetisi bertajuk “SING FOREVER 2025”. Konser yang diadakan pada 23 November 2025 di Teater Liem Liang Peng Semarang, ini berfungsi sebagai simulasi penting untuk menguji kesiapan mental dan konsistensi penampilan paduan suara di hadapan publik. Pendekatan yang sistematis ini memungkinkan PSM UNDIP menyempurnakan interpretasi mereka dalam tiga gaya musikal yang berbeda yaitu sacra, open, dan folklore sehingga memastikan mereka tiba di Macau dengan sangat matang.

Kemenangan di Macau ini berfungsi sebagai mahkota dalam satu tahun penuh perjuangan bagi PSM UNDIP. Sepanjang tahun 2025, paduan suara ini telah menunjukkan tren kompetitif yang luar biasa. Sebelum Macau, mereka telah bersinar di The 10th Satya Dharma Gita International Choir Festival (10–13 September 2025), di mana mereka menjadi Finalis Grand Prix dan meraih gelar Juara di kategori Equal Voices (Skor: 85,45) bersama dengan Medali Emas di kategori Sacra dan Mixed. Selanjutnya, pada The 7th Karangturi International Choir Competition (12–15 November 2025), mereka berhasil meraih Peringkat ke-2 di Musica Sacra (Emas 84,45) dan kembali menjadi Finalis untuk Grand Prix. Rangkaian keberhasilan yang berurutan ini membuktikan bahwa kemenangan di Macau adalah hasil dari disiplin berkelanjutan dan warisan yang kaya dari unit kegiatan mahasiswa yang telah berdiri sejak tahun 1972.

Melihat ke depan, pencapaian ini semakin memperkuat peran PSM UNDIP sebagai duta budaya untuk Indonesia. Dengan terus unggul di arena regional, nasional, dan internasional, PSM UNDIP memenuhi misinya untuk mengembangkan karakter mahasiswa melalui kompetensi artistik. Dengan dukungan dari Universitas Diponegoro, alumni, dan sponsor, paduan suara ini tetap berkomitmen untuk memperluas jejak globalnya, membuktikan bahwa organisasi yang dipimpin mahasiswa mampu menghasilkan kontribusi artistik kelas dunia.

You cannot copy content of this page